Artis Hanna Arinawati, S.H., M.Kn. Dulu Lulusan Terbaik Program Sarjana FHUI Sekarang Menjadi Dosen Terbaik FHUI


Daily Trend - Perjalanan Hanna Arinawati, S.H., M.Kn. terasa seperti cerita yang “naik kelas” dari waktu ke waktu. Dulu, namanya dikenal sebagai lulusan terbaik Program Sarjana Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada 2022. Sekarang, Hanna kembali mencuri perhatian karena meraih predikat dosen terbaik di lingkungan Program Studi S2 Magister Kenotariatan FHUI berdasarkan evaluasi mahasiswa. Dari bangku kuliah sampai ruang kelas, Hanna seperti membuktikan bahwa kerja keras memang punya hasil, apalagi kalau dijalani dengan konsisten.

Hanna menempuh pendidikan Sarjana Hukum di FHUI dan lulus dengan predikat cumlaude. Saat itu, pencapaiannya sebagai lulusan terbaik menjadi salah satu bukti bahwa ia tidak main-main soal akademik. Namun, Hanna tidak berhenti di S1. Ia melanjutkan studi Magister Kenotariatan di FHUI pada 2022 hingga 2024. Selama masa S2, Hanna juga sempat menjadi asisten dosen, yang kemudian membawanya pada kesempatan untuk mengajar secara resmi.


Hanna pernah menjelaskan bahwa jalan menjadi dosen bukan sesuatu yang instan. “Saat S2, aku jadi asisten dosen, yang kemudian membuka peluang untuk menjadi dosen,” ujarnya. Ia juga menceritakan bahwa prosesnya melalui tahapan rekomendasi dan persetujuan berjenjang. “Prosesnya dimulai dari rekomendasi dosen senior kepada ketua bidang studi. Lalu diajukan ke dekan, dan diteruskan kepada rektor. Setelah disetujui, surat kontrak diterbitkan,” kata Hanna.

Sejak 2024, Hanna tercatat sebagai staf pengajar di FHUI pada bidang studi Hukum Islam dan Hukum Adat, sekaligus mengajar di lingkungan Program Studi S2 Magister Kenotariatan. Hanna mengajar mata Kuliah Asas-Asas Hukum Adat (S1), Hukum Kekeluargaan dan Kewarisan Adat (S1), Aspek Kenotariatan dalam Hukum Adat (S2) dan Klinik Akta (S2). Hanna pun aktif menjadi Dosen Pembimbing dan Dosen Penguji Tesis di S2 Magister Kenotariatan FHUI. Di mata banyak mahasiswa, Hanna dikenal sebagai dosen muda yang komunikatif dan berusaha membuat kelas terasa lebih hidup. Ia tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi juga memberi ruang diskusi agar mahasiswa lebih berani menyampaikan pendapat.

Pengakuan itu semakin kuat ketika Hanna meraih predikat dosen terbaik versi evaluasi mahasiswa. Penilaian seperti ini biasanya dekat dengan hal-hal yang dirasakan langsung oleh mahasiswa, seperti kualitas materi perkuliahan, kreativitas, kejelasan penyampaian, konsistensi perkuliahan, keteraturan tugas, dan suasana kelas. Karena itu, apresiasi ini menjadi momen penting yang menggambarkan bahwa Hanna tidak hanya punya prestasi saat menjadi mahasiswa, tetapi juga mampu mempertahankan kualitas ketika sudah berada di posisi dosen.

Di balik pencapaiannya, Hanna juga tidak menutup cerita tentang masa lalunya yang tidak selalu mudah. Ia pernah bercerita bahwa saat SMA dirinya sempat mengalami perundungan. Namun ia memilih menjadikan pengalaman itu sebagai pelajaran. “Aku ingin menyemangati generasi muda dan orang-orang di luar sana bahwa kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda,” ucap Hanna. Ia juga menambahkan pesan yang sering ia ulang, “Hidup itu seperti aksi reaksi, apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.”

Bagi Hanna, masa lalu yang berat bukan untuk diratapi, tapi dijadikan alasan untuk bertumbuh. Cara berpikir itulah yang kemudian ia bawa dalam berbagai kesempatan, termasuk saat mengajar dan saat menjadi pembicara di forum pengembangan diri. Ia ingin anak muda yang pernah diremehkan atau kehilangan percaya diri, tahu bahwa mereka berharga dan tetap punya peluang untuk berkembang.

Selain dikenal sebagai pengajar, Hanna juga aktif di dunia kreatif. Ia dikenal sebagai artis, selebgram, model, dan bintang iklan. Ia pernah terlibat dalam proyek shooting untuk beberapa brand, seperti Google, KAO Indonesia, Ria Miranda, Sentosa Senayan, dan Acnes Skincare. Meski memiliki banyak aktivitas, Hanna menekankan pentingnya tetap memegang tanggung jawab. “Boleh punya banyak peran, tapi jangan sampai lupa yang paling penting, tetap bertanggung jawab,” katanya dalam satu kesempatan.

Hanna juga dikenal aktif menjadi pembicara di berbagai kegiatan, termasuk pelatihan public speaking di PT Timah Pangkalpinang, Bangka, serta talkshow Bank Mandiri. Bagi banyak orang, aktivitas ini menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di kampus bisa dibawa ke ruang yang lebih luas. Ia tidak hanya berhenti pada akademik, tetapi juga menerjemahkan pengalamannya menjadi hal yang bisa dipakai oleh orang lain.

Hanna juga memiliki pandangan tentang bagaimana perempuan bisa saling menguatkan. “Empowered women itu ketika kita bisa menginspirasi dan menyebarkan kebaikan kepada sesama perempuan,” ujarnya. Ia percaya perempuan yang kuat bukan yang menjatuhkan, tetapi yang saling mendukung dan memberi manfaat.

Perjalanan Hanna, dari lulusan terbaik hingga menjadi dosen terbaik, memberi pesan yang sederhana namun kuat. Kesuksesan bukan datang karena kebetulan, tetapi karena usaha, selalu berbuat baik, memiliki hati yang tulus dan tidak merugikan/ menyakiti orang lain. Ia menutup banyak pesannya dengan kalimat yang mudah diingat. “Setiap orang itu istimewa di jalannya masing-masing,” kata Hanna. 

Hanna juga menyampaikan pesan yang sangat bermakna, “If you really love yourself, you realize that another person's beauty or success doesn't take away from your own”. Secara harfiah, kalimat tersebut berarti: "Jika kamu benar-benar mencintai dirimu sendiri, kamu menyadari bahwa kecantikan atau kesuksesan orang lain tidak mengurangi milikmu sendiri."

Maknanya adalah jika kamu benar-benar mencintai dirimu kamu harus berhenti membandingkan diri dengan orang lain, kamu bisa dengan tulus ikut bahagia atas pencapaian orang lain dan fokus menikmati, bertumbuh dan merawat hidupmu sendiri. 

Kini, Hanna Arinawati, S.H., M.Kn. Gen Z cantik dan multitalent ini terus melangkah dengan peran barunya sebagai pengajar, sekaligus tetap aktif berkarya. Dari bangku kuliah hingga ruang kelas, ia membuktikan bahwa prestasi bisa berulang, selama seseorang mau menjaga konsistensi dan terus bertumbuh.

Previous Post Next Post